tatatata
Alhamdulillah. Maha Besar Allah, Tuhan kami, Tuhan semesta yang mengabulkan beberapa do’a besar kami.
Sebuah tahap baru dalam hidup kami pada akhirnya. Walau secara perspektif berbeda tidak terlalu “wah”, tapi bagi kami ini anugerah, langkah lanjut menuju bahagia dunia. Alhamdulillah kami bersyukur. Alhamdulillah wahai almarhum Bapak kami, JM.
Kami naik level :)
Akhir-akhir ini kembali mata terbuka akan realita yang sebenarnya terjadi. Antara hubungan aku dengan sekelilingku, dengan orang-orang yang ‘menyenangkan’ku, bahkan yang pernah ‘menyakiti’ku.
Sudah tampak jelas keberpura-puraan mereka menghadapiku. Sudut pandang yang mereka gunakan saat bersamaku dibuat seakan ‘istimewa’, hanya padaku.
haha..
Lucu, aku tahu, benar-benar tahu. Mungkin bisa dibilang aku beberapa tingkat dibawah gelar Maha Tahu. Entah dari mana saja aku bisa tahu. Apapun itu jika aku mau.
Yang terpenting sekarang bagiku adalah menyederhanakan segala apa yang tampak padaku, dan tidak ambil pusing.
Sederhana.
Logis.
It’s a shame that it had to be this way
It’s not enough to say I’m sorry
It’s not enough to say I’m sorry
Maybe I’m so blind or maybe we’re the same
But either way I can’t breathe
Either way I can’t breathe
All I had to say is goodbye
We’re better off this way
We’re better off this way
I’m alive but I’m losing all my drive
‘Cause everything we’ve been through
It’s everything about you
Seem to be a lie, a countless, twisted lie
That made me learn to hate you
I hate myself for letting it pass by
And every, everything isn’t only what it seems
So hope these words that you never told me
Take my pain away Tell me I, tell me I was wrong Tell me I was wrong
Take my pain away Tell me I, tell me I was wrong Tell me I was wrong
Take my pain away Tell me I, tell me I was wrong Tell me I was wrong
Take my pain away Tell me I, tell me I was wrong Tell me I was wrong


